Perlu Gak Sih Indonesia Larang Sekolah Video Call Pakai Zoom?

Semakin terkuak beberapa cacat keamanan pada layanan Zoom, banyak pihak yang merasa saatnya berhenti menggunakan aplikasi video call satu ini, tak terkecuali sekolah di Amerika Serikat sekalipun. Sementara bagaimana dengan Indonesia, apakah layak mempertimbangkan hal serupa?

Kontroversi penggunaan Zoom sebagai alat komunikasi masyarakat selama penerapan social distancing tengah menjadi topik hangat. Pengguna di Indonesia dari berbagai lapisan, mulai dari kebutuhan pembelajaran, rapat virtual perusahaan, hingga konferensi video ragam acara banyak digelar melalui Zoom.

Meski Zoom mencatatkan beberapa rapor merah dari aspek keamanan layanan, menurut ahli keamanan siber dari Vaksincom Alfons Tanujaya, Indonesia sebaiknya tidak perlu sampai melarang penggunaan Zoom, apalagi untuk kepentingan pembelajaran atau aktivitas sekolah.

“Memakai layanan komersial seperti Zoom dari sisi performa produk jauh lebih bagus, risiko keamanan menurut saya relatif rendah,” tutur Alfons.

Dia melanjutkan, “siapa yang mau memata-matai anak sekolah belajar? Itu ada ratusan ribu kelas Zoom, jadi tidak logis kalau sampai sekolah atau kelas online ketakutan dan tidak pakai Zoom, lalu memilih pakai yang lain. Kerugiannya malah lebih besar.”

Kemudian Alfons kembali menyoroti kelebihan Zoom dari segi efisiensi penggunaan kuota internet yang ternyata lebih irit ketimbang layanan sejenisnya seperti Skype, Hangouts, dan WebEx dari Cisco.

Dari uji coba yang digelar oleh perusahaan operator Tri Indonesia, ada 4 layanan video conference sejenis yang digunakan 5 partisipan dalam waktu 30 menit, terbukti bahwa Zoom mengonsumsi kuota paling sedikit.

Tercatat, bandwidth yang dibutuhkan untuk akses Zoom 700 Kbps, Skype 977 Kbps, Hangouts 1.100 Kbps, dan WebEx paling boros, yakni 1.700 Kbps.

“Zoom dari sisi bandwidth, keandalan koneksi, dan kemudahan penggunaan de facto mengalahkan yang lain. Jadi bisa dibilang dari sisi kemudahan penggunaan, kecepatan, rasanya Zoom masih yang terbaik,” tutup Alfons.

Diketahui belum lama ini wilayah New York, AS melarang penggunaan aplikasi Zoom. Kebijakan ini berasal dari Departemen Pendidikan Kota New York.

Sebagai gantinya, sekolah bisa beralih menggunakan Microsoft Teams yang dianggap memiliki kemampuan dan kehebatan yang sama dengan Zoom, namun keamanannya bisa diandalkan.

Pelarangan penggunaan Zoom ini berlaku untuk 1800 sekolah di New York dengan 1,1 juta murid yang tersebar di sana. Keputusan ini juga merupakan tindak lanjut dari temuan New York City Cyber Command yang berupaya melindungi warga agar terhindari dari kejahatan dunia maya.

Sumber: https://uzone.id/perlu-gak-sih-indonesia-larang-sekolah-video-call-pakai-zoom-