Kena Ransomware, Universitas Ini Harus Bayar Tebusan Rp. 211 juta

Sq49vt25ybcalgary

University of Calgary menjadi korban serangan ransomware. Dalam sebuah pernyataan yang dipublikasikan pada hari Rabu kemarin, pihak universitas menjelaskan, sistem komputer mereka terinfeksi selama 10 hari. Selama itu, tim IT mereka berusaha untuk mengatasi ransomware ini.

Meskipun begitu, pada akhirnya, pihak universitas membayar sekitar USD16 ribu (Rp211,8 juta) untuk sebagai tebusan, meski tidak ada jaminan bahwa data mereka dapat dipulihkan kembali.

“Serangan ransomware dan pembayaran uang tebusan menjadi dua hal yang mulai sering ditemui di dunia,” kata VP of Finance and Services, University of Calgary, Linda Dalgetty dalam sebuah pernyataan resmi. “Saat ini, kami sedang dalam proses untuk mengevaluasi kunci dekripsi. Proses dekripsinya sendiri akan memerlukan waktu lama dan harus dilakukan dengan hati-hati.”

“Satu hal penting yang harus diperhatikan adalah kunci dekripsi tidak secara otomatis akan memulihkan sistem dan menjamin data kami kembali. Tim IT kami masih harus bekerja keras untuk memastikan bahwa sistem yang terinfeksi dapat kembali bekerja. Dan proses ini memerlukan waktu,” kata Dalgetty, seperti yang dikutip dari Engadget.

Pihak universitas juga mengatakan bahwa mereka sedang bekerja sama dengan Calgary Police untuk menginvestigasi kasus ransomware ini. Namun, selama ini, proses investigasi kasus ransomware biasanya tidak membuahkan hasil.

Mengenai pembayaran uang tebusan, Dalgetty berkata pada Globe and Mail, “Kami melakukan riset kelas dunia setiap harinya dan kami tidak tahu siapa saja yang terkena dampak serangan ini. Kami tidak ingin hasil kerja seseorang hilang begitu saja.”

Salah satu penelitian yang dilakukan oleh University of Calgary adalah pembuatan neurochip menggunakan silikon dan sel otak manusia atau membuat gerakan satu tangan sebagai input untuk iPhone.

Sebelum ini, Kansas Heart Hospital juga pernah menjadi korban dari ransomware. Mereka lalu harus membayar “sedikit uang” sebagai tebusan. Namun, setelah itu, pihak hacker justru meminta uang lebih banyak.

(Sumber: METROTVnews.com)

Masukkan kata kunci pencarian pada kotak pencarian di atas, kemudian tekan Enter. Atau tekan Esc untuk keluar.

 

.:: COMING SOON ::.