Belasan Rumah Sakit di Inggris Jadi Korban Serangan Ransomware

Sebuah serangan ransomware besar-besaran membuat 16 rumah sakit di Inggris tutup, lapor The Guardian. Dilaporkan, serangan ini dimulai pada sekitar 13.30 waktu setempat, mematikan sistem dan mengenkripsi file di dalamnya.

Ketika para pekerja rumah sakit berusaha untuk mengakses komputer, mereka menemukan tuntutan untuk memberikan USD300 (Rp4 juta) dalam bitcoin. Mengenkripsi file dan menuntut tebusan adalah taktik yang biasa digunakan dalam serangan ransomware.

Akibat dari serangan ini, banyak janji temu yang harus dibatalkan dan timbul kekacauan di rumah sakit, karena banyak rumah sakit yang bahkan tidak bisa mengakses rekam medis dasar. Setidaknya satu rumah sakit bahkan membatalkan semua operasi yang tidak mengancam nyawa pasien, lapor The Verge.

Menurut pernyataan resmi dari Badan Kesehatan Nasional (NHS), serangan ini dilakukan menggunakan ransomware yang dikenal dengan nama Wanna Decryptor atau WannaCry. Meskipun serangan ini melumpuhkan operasi di berbagai rumah sakit, tapi tidak ada indikasi bahwa data pasien berhasil dicuri.

“Fokus kami adalah untuk mendukung organisasi yang menjadi korban untuk menyelesaikan masalah ini dengan cepat,” tulis Badan Kesehatan Nasional dalam sebuah pernyataan resmi. “Tapi kami akan terus berkomunikasi dengan rekan NHS dan akan memberikan informasi lebih saat ia muncul.”

Serangan serupa menginfeksi setidaknya 45 ribu komputer di 74 negara, termasuk Spanyol. Rusia merupakan salah satu negara yang mengalami kerugian besar. Di negara tersebut, sekitar 1.000 komputer dari Kementerian Dalam Negeri menjadi korban, meski pihak pemerintah menyebutkan tidak ada data yang tercuri.

Menurut para peneliti, serangan ini memanfaatkan sebuah kelemahan yang disebut EternalBlue, yang dipercaya dikembangkan oleh NSA untuk meretas sistem keamanan Windows. EternalBlue dipublikasi oleh sekumpulan hacker bernama Shadow Brokers pada bulan April lalu. Kode kelemahan tersebut bisa diakses oleh semua orang.

Microsoft kemudian memberikan pembaruan untuk melindungi komputer Windows dari kelemahan tersebut. Namun, tampaknya tidak semua komputer Windows mendapatkan update itu. Kemungkinan, komputer yang menjadi korban serangan ransomware kali ini adalah komputer yang tidak mendapatkan pembaruan.

Jika dugaan ini benar, maka secara tidak langsung, NSA telah menyebabkan serangan ke belasan rumah sakit ini.

Masih belum diketahui bagaimana rumah sakit yang menjadi korban akan memulihkan diri. Tidak ada kunci dekripsi untuk WannaCry. Sebelum ini, FBI menyarankan para korban untuk membayar tuntutan agar file miliknya didekripsi. Meskipun begitu, saran tersebut menimbulkan kontroversi.

Sumber: http://teknologi.metrotvnews.com/news-teknologi/ybDRMjjK-belasan-rs-inggris-jadi-korban-serangan-ransomware

Masukkan kata kunci pencarian pada kotak pencarian di atas, kemudian tekan Enter. Atau tekan Esc untuk keluar.

 

.:: COMING SOON ::.