Bolt Sudah Kucurkan Rp 10 Miliar untuk Refund ke Pengguna

Bolt disebut sudah mengucurkan dana sebesar Rp 10 miliar untuk pengembalian pulsa dan kuota data ke pelanggan, sejak proses refund Bolt dimulai per 31 Desember 2018 lalu.

Sejak proses refund Bolt yang dimulai pada 31 Desember 2018 lalu, Bolt sudah mengucurkan dana sebesar Rp10 miliar untuk pengembalian pulsa dan kuota data ke pelanggan.  Angka Rp 10 miliar tersebut baru terhitung sejak awal refund sampai Senin (28/01/2019) pukul 10.00 WIB lalu.

Pelanggan dapat melakukan refund dengan dua cara, yaitu melalui gerai Bolt Zone atau secara online. Ada 9.867 pelanggan yang sudah melakukan refund melalui gerai Bolt Zone, dan 1.429 pelanggan yang telah melakukan refund secara online.

Dengan demikian, bila diakumulasikan maka total refund Bolt tersebut mencapai kisaran Rp 10 miliar. Angka tersebut belum termasuk dengan langkah Smartfren yang langsung menampung para pelanggan Bolt dengan iming-iming kuota melimpah.

Refund Bolt dilakukan karena PT Internux (Bolt) dan PT FIrst Media Tbk (IDX: KBLV) gagal melunasi utang pembayaran Biaya Hak Penggunaan (BHP) frekuensi 2,3 GHz untuk tahun 2016 dan 2017.

Secara keseluruhan, kedua perusahaan yang di bawah naungan Lippo Group tersebut berutang Rp 708 miliar kepada negara. Karena perusahaan tersebut tidak membayar Biaya Hak Penggunaan (BHP) frekuensi, maka pemerintah pun mencabut izin penggunaan frekuensi tersebut terhitung pada 28 Desember 2018.

Waktu yang diberikan untuk refund ke pelanggan adalah mulai dari Senin (31/12/2018) hingga hari ini (31/01/2019). Kominfo akan terus memantau perkembangan refund tersebut mengingat hari ini merupakan batas akhir refund Bolt.

Sumber: https://inet.detik.com/telecommunication/d-4408902/refund-bolt-sudah-kucurkan-rp-10-miliar-ke-pelanggan

Masukkan kata kunci pencarian pada kotak pencarian di atas, kemudian tekan Enter. Atau tekan Esc untuk keluar.

 

.:: COMING SOON ::.